Senin, 26 Agustus 2019

Ketua KPPS Beri Saksi Ketidakadilan KPU

KATAKOTAKITA– Melihat adanya kejanggalan rekapitulasi perhitunga">
Data C 1 Plano Berbeda dengan Data yang Terinput di KPU

KATAKOTAKITA– Melihat adanya kejanggalan rekapitulasi perhitungan suara pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot), secara keseluruhan Ketua KPPS di Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate mengadakan presconference di Daun Coffee, Sabtu (30/6/18).

Ia angkat bicara perihal kasus perbedaan data C1-KWK dengan data yang terpublish di website resmi KPU.

Ketua KPPS 006 Kelurahan Bontoduri, Irham, mengatakan mereka semua berinisiasi menyampaikan hal ini, agar terhindar dari tudingan yang menyebut mereka ikut dalam memanipulasi data yang terposting pada website.

“Kami hanya ingin mengklarifikasi, bahwa data yang kami perlihatkan ini adalah data yang ada di lapangan atau di TPS. Seperti ini data aslinya. Karena kami tidak ingin, kami disebut ikut ‘bermain’ dalam hal ini,” ucap Irham, sembari memperlihatkan duplikat C1.

Sebab, lanjutnya, sejak kemarin, tersebar gambar yang ada di website, pemilih pasangan calon Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) sebanyak 238 suara, sementara tidak ada yang memilih kolom.

Padahal, sesuai data yang diperlihatkan, pemilih Appi-Cicu sebanyak 94 dan pemilih kolom kosong sebanyak 138 suara.

“Karena sejak kemarin juga saya ditanya oleh warga, kenapa ada data seperti itu? Kan mereka sekarang bisa mengakses di website, makanya mereka tahu dan akhirnya mereka pertanyakan ke saya. Makanya lewat ini, saya juga ingin klarifikasi dan pertanyakan kenapa bisa beda?,” jelasnya.

Olehnya, dia berharap, KPU Makassar untuk segera menindaki hal ini, begitu pun dengan Panwaslu Makassar untuk segera mencari tahu dan memberi sanksi jika ada oknum yang berani mengotak-atik data tersebut.

Ditekankan pula, tidak semua KPPS yang hadir dalam jumpa pers, data C1 dan website itu berbeda. “Jadi tidak semua. Tapi yang datang di sini cuma mau sampaikan, begini data aslinya di lapangan. Sekaligus menyampaikan ada beberapa data yang berbeda,” jelasnya.

Begitu juga yang diutarakan oleh Ketua KPPS 013 Bontoduri, Faisal Sitaba. Menurutnya, berdasarkan fakta saat penghitungan di TPS, pemilih Appi-Cicu sebanyak 102, dan pemilih kolom kosong sebanyak 197.

“Tapi saat kami cek website kemarin, jauh sekali selisihnya. Justru yang paling banyak suaranya itu Appi. Cuma saya lupa foto, karena sekarang websitenya tidak bisa dibuka,” paparnya.

Sama halnya yang ditemukan oleh Ketua KPPS 012 Bontoduri, Muh Nur. Berdasarkan data C1, pemilih Appi-Cicu sebanyak 120 suara dan pemilih kolom kosong sebanyak 155 suara. Ada sebanyak 10 suara yang tidak sah.

“Sementara itu web itu pemilih Appi-Cicu 285. Kolom kosong itu nol. Padahal jelas data ini,” ucapnya, sembari memperlihatkan dokumen C1. (*).

Berikut nama-nama KPPS yang hadir dalam jumpa pers:
Ketua KPPS TPS 024: Andi Marti
Ketua KPPS TPS 031: Umar
Ketua KPPS TPS 015: Baso Jaya
Ketua KPPS TPS 006: Irham
Ketua KPPS TPS 001: Nasir
Ketua KPPS TPS 018: Supiani
Ketua KPPS TPS 019: Nurhayati
Ketua KPPS TPS 012: Muh Nur
Ketua KPPS TPS 021: Hasri
Ketua KPPS TPS 014: Agus Syam
Ketua KPPS TPS 017: Rahmatia
Ketua KPPS TPS 026: Azis
Ketua KPPS TPS 013: Faisal Taba
Ketua KPPS TPS 025: Abdul Radjab
Ketua KPPS TPS 020: Irman
Ketua KPPS TPS 029: Sutrisna

Top