Senin, 21 Oktober 2019

Klarifikasi Camat Tamalate Soal “10 Wartawan Diberi Makan” Murni Diplintir

Data C 1 Plano Berbeda dengan Data yang Terinput di KPU

KATAKOTAKITA– Camat Tamalate, Hasan Sulaiman angkat bicara terkait informasi beredar soal 10 wartawan online yang diberi makan dan menjadi sumber berita.

Hasan Sulaiman menegaskan pernyataan yang dimuat pertama di media online yang ia juga tidak ketahui media online tersebut kemudian di screenshoot lalu tersebar di berbagai media sosial adalah tidak benar.

“Saya tidak pernah bilang 10 wartawan online yang saya kasih makan. Itu murni diplintir, dan kami duga sengaja untuk menjatuhkan kami dengan insan pers lainnya yang selama ini bermitra dengan kami selaku pemerintah,” tegas Hasan Sulaiman di Kantornya Jl Tanjung Alang, Kamis (24/5/2018).

“Saya tidak tahu media apa yang muat pertama kali soal itu. Karena sekarang banyak yang mengaku dari media meminta konfirmasi soal itu tanah di maksud. Tapi kami hargai olehnya itu sampai sekarang saya terus memberikan klarifikasi setiap datang meminta informasi kejelasan soal tanah tersebut,” tuturnya lagi.

Lebih lanjut, mantan Camat Mariso ini menyampaikan kronologi sebelum pernyataannya diplintir dan dinaikkan pertama kali di media online tersebut.

Bahwa ada saat itu (pagi) ada yang menghunbunginya atas nama media, mempertanyakan yang langsung menjurus bahwa dirinya menjual tanah negara di Kelurahan Barombong.

Saat itu ia menjawab silahkan datang ke kantornya agar data yang akan disampaikan di medianya utuh dengan data yang ada di kecamatan.

“Saya tunggu sampai siang tidak datang. Jadi siangnya saya ajak ke acara buka puasa bersama di rumahnya pak rw. Disana maklumlah banyak tamu juga jadi dia mungkin merasa tidak diperhatikan. Selesai acara saya ketemu di ujung lorong. Tapi cara pertanyaannya tidak biasa. Menakan dan ngotot. Saya sampaikan janganmi bagaimana sekali, karena saya ini juga banyakji berhubungan dengan wartawan, baik online dan cetak soal menyangkut pemberitaan dan mereka lakukan dengan cara baik. Bukan hanya itu, diluar konteks itu, saya juga biasa kumpul dengan mereka, kongkow-kongkow, ngopi-ngopi sambil makan-makan. Apalagi ada yang begini saya bilang fitnah itu, apalagi ini bulan puasa. Itu yang saya sampaikan, tapi yang ada justru saya dituduh bilang kasi makan 10 wartawan,” paparnya secara santai.

Hasan Sulaiman merasa perlu meluruskan hal ini karena ini bisa menjadi opini publik yang tidak baik bukan hanya dirinya tetapi hubungan baik dengan jajaran jurnalis.

“Ada yang tidak konfirmasi, tiba-tiba naikkan (berita). Nanti setelah naikkan baru mau konformasi. Apalagi lagi saya mau bilang?,” paparnya.

“Sebenarnya saya tidak apa-apa dituduh seperti ini, tapi memang ini bisa berdampak pada opini publik. Olehnya saya berfikir saatnya saya mengklarifikasi sebagai hak jawab saya sebagai masyarakat yang dirugikan,” bebernya.

Sekali lagi kata Hasan Sulaiman, dia menghargai profesi wartawan. Jadi menurutnya sangat naif sebagai pejabat publik mau mencederai profesi itu dengan pernyataan yang tidak baik.

“Karena saya sadar itu adalah suatu pelecehan profesi,” akunya.

Top